Management Dalam Pembuatan E-KTP Untuk Masyarakat

Dalam suatu desa atau wilayah identitas seseorang itu sangat penting, karena agar kita tahu dimana orang tersebut tinggal dan menetap. Sehingga dibutuhkanlah suatu bentuk symbol atau tanda bahwa orang tersebut adalah warga suatu desa tersebut, disini kita telah mengenal yang namanya e-ktp/ kartu pengenal yang menggunakan system sidik jari dan lensa mata.

Untuk membuat rencana tersebut atau acara pembuatan E-KTP itu lancar, haruslah ada organisasi dan manajemen dalam mengatur warga-warga agar tertib dan rapi dalam pelaksanaan pembuatannya. Bisa dilakukan dengan membuat skema alurnya dari mulai mengantri, mengambil nomor, menunggu dipanggil, pengambilan sidik jari, pengambilan sampel mata menggunakan camera, lalu tanda tangan digital dan setelah itu kembali lagi mengulang dari pengambilan sidik jari sampai pengmbilan tanda tangan dan setelah itu barulah kita menunggu e-ktp itu jadi.

Setelah kita memberikan skema alurnya , bisa membantu warga menjadi mudah agar nantinya tidak membuat warga merasa bingung. Meskipun memang agak merepotkan dalam proses pembuatannya tapi jika dilaksanakan secara baik dan teratur maka hasilnya akan memuaskan.

Namun sayang, ternyata E-KTP ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya solusi untuk penyandang cacat seperti: orang buta, atau bisa saja ada orang yang tidak mempunyai jari, seperti kebiasaan kuno orang papua apabila ada satu kerabat keluarganya yang meninggal maka dia harus memotong jarinya satu, dan ternyata dalam pelaksanaanya juga pembuatan e-ktp ini sangat memakan waktu yang lama, tidak semudah skema yang telah digambarkan diatas, maka dari itu haruslah ada suatu koordinasi antara pihak penyelenggara dan masyarakatnya itu sendiri.