Showing posts with label Kurikulum. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum. Show all posts

Kurikulum Pendidikan Nasional Yang Bermoral dan Berkualitas

PENDIDIKAN NASIONAL BERMORAL DAN BERKUALITAS

Kita dan saya sebagai Generasi Muda sangat perihatin dengan keadaan generasi penerus atau calon generasi penerus Bangsa Indonesia saat ini, yang tinggal, hidup dan dibesarkan di dalam bumi republik ini. Untuk menyiapkan generasi penerus yang bermoral, beretika, sopan, santun, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa perlu dilakukan hal-hal yang memungkin hal itu terjadi walaupun memakan waktu lama.

I. Melalui Pendidikan Nasional Yang Bermoral (Saya tidak ingin mengatakan bahwa pendidikan kita saat ini tidak bermoral, namun kenyataanya demikian di masyarakat).

Lalu apa hubungannya Pendidikan Nasional dan Nasib Generasi Penerus? Hubungannya sangat erat. Pendidikan pada hakikatnya adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. Dan sumber daya manusia tersebut merupakan refleksi nyata dari apa yang telah pendidikan sumbangankan untuk kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Apa yang telah terjadi pada Bangsa Indonesia saat ini adalah sebagai sumbangan pendidikan nasional kita selama ini.

Pendidikan Nasional selama ini telah mengeyampingkan banyak hal. Seharusnya pendidikan nasional kita mampu menciptakan pribadi (generasi penerus) yang bermoral, mandiri, matang dan dewasa, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Tapi kenyataanya bisa kita lihat saat ini, Pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme baik di legislative, ekskutif dan yudikatif semuanya orang-orang yang berpendidikan bahkan tidak tanggung-tanggung, mereka bergelar dari S1 sampai Prof. Dr. Contoh lainnya, dalam bidang politik lebih parah lagi, ada partai kembar, anggota dewan terlibat narkoba, bertengkar ketika sidang, gontok-gontokan dalam tubuh partai karena memperebutkan posisi tertentu (Bagaimana mau memperjuangkan aspirasi rakyat kalau dalam diri partai saja belum kompak).

Dan masih ingatkah ketika terjadi jual beli kata-kata umpatan "Ba*gsat" dalam sidang kasus Bulog yang dilakukan oleh orang-orang yang mengerti hukum dan berpendidikan tinggi. Apakah orang-orang seperti ini yang kita andalkan untuk membawa bangsa ini kedepan? Apakah mereka tidak sadar tindak-tanduk mereka akan ditiru oleh generasi muda saat ini dimasa yang akan datang? Dalam dunia pendidikan sendiri terjadi penyimpangan-penyimpang yang sangat parah seperti penjualan gelar akademik dari S1 sampai S3 bahkan professor (dan anehnya pelakunya adalah orang yang mengerti tentang pendidikan), kelas jauh, guru/dosen yang curang dengan sering datang terlambat untuk mengajar, mengubah nilai supaya bisa masuk sekolah favorit, menjiplak skripsi atau tesis, nyuap untuk jadi pegawai negeri atau nyuap untuk naik pangkat sehingga ada kenaikan pangkat ala Naga Bonar.

Di pendidikan tingkat menengah sampai dasar, sama parahnya, setiap awal tahun ajaran baru. Para orang tua murid sibuk mengurusi NEM anaknya (untungsnya, NEM sudah tidak dipakai lagi, entah apalagi cara mereka), kalau perlu didongkrak supaya bisa masuk sekolah-sekolah favorit. Kalaupun NEM anaknya rendah, cara yang paling praktis adalah mencari lobby untuk memasukan anaknya ke sekolah yang diinginkan, kalau perlu nyuap. Perilaku para orang tua seperti ini (khususnya kalangan berduit) secara tidak langsung sudah mengajari anak-anak mereka bagaimana melakukan kecurangan dan penipuan. (makanya tidak aneh sekarang ini banyak oknum pejabat jadi penipu dan pembohong rakyat). Dan banyak lagi yang tidak perlu saya sebutkan satu per satu dalam tulisan ini.

Kembali ke Pendidikan Nasional yang Bermoral (yang saya maksud adalah pendidikan yang bisa mencetak generasi muda dari SD sampai PT yang bermoral. Dimana proses pendidikan harus bisa membawa peserta didik kearah kedewasaan, kemandirian dan bertanggung jawab, tahu malu, tidak plin-plan, jujur, santun, berahklak mulia, berbudi pekerti luhur sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada keluarga, masyarakat atau bangsa setelah menyelesaikan pendidikannya.Tetapi sebaliknya, mereka bisa membangun bangsa ini dengan kekayaan yang kita miliki dan dihargai didunia internasional. Kalau perlu bangsa ini tidak lagi mengandalkan utang untuk pembangunan. Sehingga negara lain tidak seenaknya mendikte Bangsa ini dalam berbagai bidang kehidupan.

Dengan kata lain, proses transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik harus dilakukan dengan gaya dan cara yang bermoral pula. Dimana ketika berlangsung proses tranformasi ilmu pengetahuan di SD sampai PT sang pendidik harus memiliki moralitas yang bisa dijadikan panutan oleh peserta didik. Seorang pendidik harus jujur, bertakwa, berahklak mulia, tidak curang, tidak memaksakan kehendak, berperilaku santun, displin, tidak arogan, ada rasa malu, tidak plin plan, berlaku adil dan ramah di dalam kelas, keluarga dan masyarakat. Kalau pendidik mulai dari guru SD sampai PT memiliki sifat-sifat seperti diatas. Negara kita belum tentu morat-marit seperti ini.

II. Perubahan Dalam Pendidikan Nasional Jangan Hanya Terpaku Pada Perubahan Kurikulum, Peningkatan Anggaran Pendidikan, Perbaikan Fasilitas.

Misalkan Kurikulum sudah dirubah, anggaran pendidikan sudah ditingkatkan dan fasilitas sudah dilengkapi dan gaji guru/dosen sudah dinaikkan, Namun kalau pendidik (guru atau dosen) dan birokrat pendidikan serta para pembuat kebijakan belum memiliki sifat-sifat seperti diatas, rasanya perubahan-perubahan tersebut akan sia-sia. Implementasi di lapangan akan jauh dari yang diharapkan Dan akibat yang ditimbulkan oleh proses pendidikan pada generasi muda akan sama seperti sekarang ini. Dalam hal ini saya tidak berpretensi menyudutkan guru atau dosen dan birokrat pendidikan serta pembuat kebijakan sebagai penyebab terpuruknya proses pendidikan di Indonesia saat ini. Tapi adanya oknum yang berperilaku menyimpang dan tidak bermoral harus segera mengubah diri sedini mungkin kalau menginginkan generasi seperti diatas.

Selain itu, anggaran pendidikan yang tinggi belum tentu akan mengubah dengan cepat kondisi pendidikan kita saat ini. Malah anggaran yang tinggi akan menimbulkan KKN yang lebih lagi jika tidak ada kontrol yang ketat dan moralitas yang tinggi dari penguna anggaran tersebut. Dengan anggaran sekitar 6% saja KKN sudah merajalela, apalagi 20-25%.

III. Berlaku Adil dan Hilangkan Perbedaan.

Ketika saya masih di SD dulu, ada beberapa guru saya sangat sering memanggil teman saya maju kedepan untuk mencatat dipapan tulis atau menjawab pertanyaan karena dia pintar dan anak orang kaya. Hal ini juga berlanjut sampai saya kuliah di perguruan tinggi. Yang saya rasakan adalah sedih, rendah diri, iri dan putus asa sehingga timbul pertanyaan mengapa sang guru tidak memangil saya atau yang lain. Apakah hanya yang pintar atau anak orang kaya saja yang pantas mendapat perlakuan seperti itu.? Apakah pendidikan hanya untuk orang yang pintar dan kaya? Dan mengapa saya tidak jadi orang pintar dan kaya seperti teman saya? Bisakah saya jadi orang pintar dengan cara yang demikian?

Dengan contoh yang saya rasakan ini (dan banyak contoh lain yang sebenarnya ingin saya ungkapkan), saya ingin memberikan gambaran bahwa pendidikan nasional kita telah berlaku tidak adil dan membuat perbedaan diantara peserta didik. Sehingga generasi muda kita secara tidak langsung sudah diajari bagaimana berlaku tidak adil dan membuat perbedaan. Jadi, pembukaan kelas unggulan atau kelas akselerasi hanya akan membuat kesenjangan sosial diantara peserta didik, orang tua dan masyarakat. Yang masuk di kelas unggulan belum tentu memang unggul, tetapi ada juga yang diunggul-unggulkan karena KKN. Yang tidak masuk kelas unggulan belum tentu karena tidak unggul otaknya tapi karena dananya tidak unggul. Begitu juga kelas akselerasi, yang sibuk bukan peserta didik, tapi para orang tua mereka mencari jalan bagaimana supaya anaknya bisa masuk kelas tersebut.

Kalau mau membuat perbedaan, buatlah perbedaan yang bisa menumbuhkan peserta didik yang mandiri, bermoral. dewasa dan bertanggungjawab. Jangan hanya mengadopsi sistem bangsa lain yang belum tentu cocok dengan karakter bangsa kita. Karena itu, pembukaan kelas unggulan dan akselerasi perlu ditinjau kembali kalau perlu hilangkan saja.

Contoh Lain:
Seorang dosen marah-marah karena beberapa mahasiswa tidak membawa kamus. Padahal Dia sendiri tidak pernah membawa kamus ke kelas. Dan seorang siswa yang pernah belajar dengan saya datang dengan menangis memberitahu bahwa nilai Bahasa Inggrisnya 6 yang seharusnya 9. Karena dia sering protes pada guru ketika belajar dan tidak ikut les dirumah guru tersebut. Inikan! contoh paling sederhana bahwa pendidikan nasional kita belum mengajarkan bagaimana berlaku adil dan menghilangkan Perbedaan.

PEJABAT HARUS SEGERA BERBENAH DIRI DAN MENGUBAH PERILAKU

Kalau kita menginginkan generasi penerus yang bermoral, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Maka semua pejabat yang memegang jabatan baik legislative, ekskutif maupun yudikatif harus berbenah diri dan memberi contoh dulu bagaimana jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok kepada generasi muda mulai saat ini.

Karena mereka semua adalah orang-orang yang berpendidikan dan tidak sedikit pejabat yang bergelar Prof. Dr. (bukan gelar yang dibeli obral). Mereka harus membuktikan bahwa mereka adalah hasil dari sistim pendidikan nasional selama ini. Jadi kalau mereka terbukti salah melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme, jangan cari alasan untuk menghindar. Tunjukan bahwa mereka orang yang berpendidikan , bermoral dan taat hukum. Jangan bohong dan curang. Apabila tetap mereka lakukan, sama saja secara tidak langsung mereka (pejabat) sudah memberikan contoh kepada generasi penerus bahwa pendidikan tinggi bukan jaminan orang untuk jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Jadi jangan salahkan jika generasi mudah saat ini meniru apa yang mereka (pejabat) telah lakukan . Karena mereka telah merasakan, melihat dan mengalami yang telah pejabat lakukan terhadap bangsa ini.

Selanjutnya, semua pejabat di negara ini mulai saat ini harus bertanggungjawab dan konsisten dengan ucapannya kepada rakyat. Karena rakyat menaruh kepercayaan terhadap mereka mau dibawah kemana negara ini kedepan. Namun perilaku pejabat kita, lain dulu lain sekarang. Sebelum diangkat jadi pejabat mereka umbar janji kepada rakyat, nanti begini, nanti begitu. Pokoknya semuanya mendukung kepentingan rakyat. Dan setelah diangkat, lain lagi perbuatannya.

Contoh Sederhana :
Kita sering melihat di TV ruangan rapat anggota DPR (DPRD) banyak yang kosong atau ada yang tidur-tiduran. Sedih juga melihatnya. Padahal mereka sudah digaji, bagaimana mau memperjuangkan kepentingan rakyat. Kalau ke kantor hanya untuk tidur atau tidak datang sama sekali. Atau ada pengumuman di Koran, radio atau TV tidak ada kenaikan BBM, TDL atau tariff air minum. Tapi beberapa minggu atau bulan berikutnya, tiba-tiba naik dengan alasan tertentu. Jadi jangan salahkan mahasiswa atau rakyat demonstrasi dengan mengeluarkan kata-kata atau perilaku yang kurang etis terhadap pejabat. Karena pejabat itu sendiri tidak konsisten. Padahal pejabat tersebut seorang yang bergelar S2 atau bahkan Prof. Dr. Inikah orang-orang yang dihasilkan oleh pendidikan nasional kita selama ini?

Harapan : 
Dengan demikian, apabila kita ingin mencetak generasi penerus yang mandiri, bermoral, dewasa dan bertanggung jawab. Konsekwensinya, Semua yang terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia harus mampu memberikan suri tauladan yang bisa jadi panutan generasi muda. jangan hanya menuntut generasi muda untuk berperilaku jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok.

Tapi para pemimpin bangsa ini tidak melakukannya. Maka harapan tinggal harapan saja. Karena itu, mulai sekarang, semua pejabat mulai dari level tertinggi hingga terendah di legislative, eksekutif dan yudikatif harus segera menghentikan segala bentuk petualangan mereka yang hanya ingin mengejar kepentingan pribadi atau kelompok sesaat dengan mengorbankan kepentingan negara. Sehingga generasi muda Indonesia memiliki panutan-panutan yang bisa diandalkan untuk membangun bangsa ini kedepan.

Artikel Kutipan dari :
Amirul Mukminin
Staf Pengajar UPT - Kebahasaan UNJA /ASM Jambi,
Manejer LPK Bahasa Inggris - MEC di Jambi.
Source : http://re-searchengines.com/amukminin.html
Note :
Kutipan ini Sangat Bermanfaat Untuk Kita Baca Bersama dan Saya Harap Sdr.Amirul Mukminin tidak Keberatan Jika Tulisan ini dapat dibaca oleh banyak orang. Mungkin setelah membaca tulisan ini, kita selaku generasi penerus putra putri bangsa Republik Inonesia bisa menyadari bahwa Pentingnya Membenahi Sistem Pendidikan di Negeri ini.

Apakah Perbedaan Silabus dengan RPP

Dalam Silabus untuk menyebut suatu produk pengembangan Kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standart kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  • Dalam silabus tidak ada langkah-langkah pembelajaran.
  • Silabus dibuat untuk satu semester.
RPP yang menggambarkan prosedur dan managemen Pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam isi silabus.

  • Dalam RPP terdapat langkah-lamgkah pembelajaran.
  • RPP dibuat dalam satu pertemuan / BAB.

Adapun tujuan dari silabus dan RPP, yakni :

  • Agar pembelajaran yang dilakukan lebih terstruktur.
  • Yang dijadikan patokan adalah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tersebut.

Dan yang dijadikan patokannya adalah silabus karena silabus dibuat terlebih dahulu dari pada RPP.

Adapun kelebihan dalam Silabus dan RPP, seharusnya silabus dan RPP dibuat dengan baik dan terperinci. Sehingga tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai.

Langkah-langkah Pengembangan Silabus dan RPP

A. Langkah-langkah Pengembangan Silabus

Langkah-langkah dalam penyusunan silabus meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
  1. Identifikasi Mata Pelajaran. Pada setiap silabus perlu identifikasi yang meliputi identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/program dan semester.
  2. Perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di rumuskan berdasarkan struktur keilmuan dan tuntutan kompetensi lulusan. Selanjutnya standar kompetensi dan kompetensi dasar di urutkan dan di sebarkan secara sistematis.
  3. Penentuan materi pokok dan uraian materi pokok. Pengurutan materi pokok dan uraian materi pokok dapat menggunakan pendekatan prosedural, hirarkis, konkrit ke abstrak, dan pendekatan tematik. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam menentukan materi pokok dan uraian materi pokok adalah : prinsip relevansi, prinsip konsistensi, prinsip adekuasi.
  4. Pemilihan pengalaman belajar. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran, yang meliputi : pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar.
  5. Penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator. Indikator merupakan penjabaran kompetensi yang dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui ketercapaian hasil pembelajaran. Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa diukur dan di buat instrumen penilaian.
  6. Penjabaran indikator kedalam instrumen penilaian. Indikator dijabarkan lebih lanjut kedalam instrumen penilaian yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen.
  7. Menentukan alokasi waktu.
  8. Sumber/Bahan/Alat. Sumber yang digunakan disini berarti buku-buku rujukan, referensi. Sedangkan yang dimaksud bahan dan alat adalah bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan dalam praktikum atau dalam proses belajar mengajar.
B. Langkah-langkah pengembangan RPP

Cara pengembangan RPP dalam garis besarnya dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
  • Mengisi kolom identitas.
  • Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang akan ditetapkan.
  • Menentukan standar kompetensi dan kompeensi dasar, serta indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah disusun.
  • Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta indikator yang telah ditentukan.
  • Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi pokok/pembelajaran yang terdapat dalam silabus.
  • Menentukan metode pembelajaran yang akan di gunakan.
  • Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.
  • Menentukan sumber belajar yang digunakan.
  • Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, dan teknik penskoran.

Beberapa Istilah Pada Saat Ospek atau MOS untuk Pelajar Baru

Gambar. Kegiatan Ospek
Pada Masih Ingat Masa-Masa saat hendak memasuki Tahun Pelajaran baru ? dimana Tahun Pelajaran baru yang berarti akan ada penerimaan pelajar atau siswa baru.

Pada saat Penerimaan Siswa baru biasanya selalu ada program OSPEK atau MOS. adapun maksud dan tujuan dari OSPEK atau MOS ini adalah sebagai wacana bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan kampus dan mengenal Senior serta teman-teman sesama siswa baru di sekolah yang akan menjadi tempat menuntut ilmu serta dididik menjadi manusia yang berpotensi dan menjadi lebih dewasa.

Disini saya ingin mengingat kembali masa-masa OSPEK atau MOS yang pernah dilewati oleh mereka yang sudah pernah menjalani nya dan sekaligus memberitahu atau menceritakan kembali masa-masa OSPEK kepada adik-adik yang belum pernah menjalaninya.
Dalam Acara OSPEK atau MOS biasanya selalu Memiliki keunikan dan keanehan-keanehan yang sengaja dilakukan oleh para senior kepada calon-calon siswa.

Beberapa istilah yang sering dilakukan atau disebut dalam acara OSPEK atau MOS.
  • Biskuit Argentina Artinya Wafer Tango
  • Nasi Kerucut Artinya Nasi Kuning/Tumpeng
  • Buah Pisang 1 Sisir Artinya 1 Buah Pisang dan 1 Buah Sisir
  • Kerupuk T*i Kucing Artinya Kerupuk yang bentuknya panjang-panjang
  • Cokelat Tabung Artinya Makanan Astor dan Sejenisnya
  • Chiki Life is Never Flat Artinya Chitato
  • Sayur Basi Artinya Sayur Asam
  • Telur Segitiga Artinya Telur Dimasak dan dibentuk menjadi Segitiga
  • Kursi Goyang Artinya Karton yang ditulisin "Kursi Goyang"
  • Buah Malam Minggu Artinya Buah Apel
  • Bantal Artinya Tahu Putih
  • Nasi Uduk Peta Artinya Nasi Uduk TempeTahu
  • Si Manis Cap Ehem Artinya Susu Kental Manis Cap enak
  • Kapur Cap Kota Amerika Artinya Rokok LA Lights
  • Bantal Manis Artinya Roti isi Selai
  • Serbuk Cap Tinju Artinya Extra Jos
  • Air Minum Cap Putri Justitia Artinya Air Mineral Diganti Label Bikinan Sendiri Gambar Putri Justitia
  • Nasi Penyakitan Artinya Nasi Kuning
  • Jus Pancasila Artinya Jus Belimbing
  • Snack Obat Artinya Pilus Kapsul
  • Air Emas dari Hutan Tropis Artinya Minyak Goreng Tropical
  • Snack Tornado Artinya Twister
  • Roti Sundel Bolong Artinya Donat
  • Minuman Bulir Artinya Pulpy Orange
  • Minuman 6T Artinya VIT
  • Minuman Montir Artinya 2Tang
  • Biskuit Jerawat Artinya Biskuit Chocochip
Dan Masih Banyak Lagi Istilah-Istilah Lain Yang Bisa saja di Cari atau dibuat-buat oleh senior Panitia Ospek.

Pendaftaran Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN Tahun 2012

Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada perguruan tinggi melalui pola seleksi secara nasional dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi negeri secara bersama untuk diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010.

Adapun Latar Belakang dari Tata Cara Seleksi Untuk Memasuki Perguruan Tinggi Negeri dengan Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan merupakan salah satu jalur SNMPTN yang diharapkan mampu memprediksi keberhasilan calon mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu di perguruan tinggi. Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Disamping itu, soal SNMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diprediksi menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Bidang Studi Dasar, Tes Bidang Studi IPA, dan Tes Bidang Studi IPS. Ujian Keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan dalam bidang ilmu Seni dan Keolahragaan.

Dengan Cara Seleksi untuk memasuki Perguruan tinggi Negeri seperti ini adalah bertujuan,
1. Menjaring calon mahasiswa yang diprediksi berhasil menyelesaikan studi di
perguruan tinggi.
2. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu program studi
di PTN
3. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas
wilayah tanpa harus memperhatikan kesamaan lokasi antara calon peserta dan PTN
yang dipilih.

Artikel ini Hanya Kutipan dari Situs resmi SNMPTN sebagai langkah-langkah untuk penginformasian tentang pendaftaran SNMPTN. Dan Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman resmi http://www.snmptn.ac.id. Atau dapat juga diperoleh melalui Twitter SNMPTN: @2012snmptn, Facebook (http://www.facebook.com/groups/snmptn), http://halo.snmptn.ac.id.

Pembahasan Materi dan 40 Soal Dimensi Tiga

Dalam Pelajaran bidang study Matematika kita akan menemukan istilah Dimensi Tiga.
Ini Merupakan Standart Kompetensi :
Menentukan Kedudukan, Jarak dan Besar Sudut yang melibatkan Titik, Garis dan Bidang dalam ruang Dimensi Tiga.

Dengan Kompetensi Dasar :
1. Menentukan Kedudukan Titik, Garis dan Bidang dalam Ruang Dimensi Tiga.
2. Menentukan Jarak Titik Ke Garis dan Dari Titik kebidang dalam ruang dimensi tiga.
3. Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dan antara dua bidang dalam
dimensi tiga.

Unsur Ruangan :
1. Titik
Sebuah Titik dilukiskan dengan Noktah
Misal : Titik A
2. Garis Lurus
Garis Lurus dapat di lukiskan dengan Menghubungkan dua titik
Misal : Garis AB

Bidang Datar
  • Sebuah Bidang Datar (Misalkan Bidang @) dapat ditentukan berdasarkan hal-hal berikut,
  • Sebuah garis Lurus dari sebuah titik yang berada di luar garis
  • Tiga buah titik sembarang ( Tidak Terletak pada satu garis lurus )
  • Dua Garis Sejajar
  • Dua Garis Berpotongan
Untuk Materi Selengkapnya anda Dapat Memperolehnya dari Document scribd.com
Sedangkan untuk 40 Soal Dimensi Tiga Anda bisa mendownloadnya di File Dimensi tiga.Pdf

MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS III


I. Pilihan Berganda
Berilah tanda silang (x) pada huruf a,b,c,dan d yang merupakan jawaban yang
benar dan tepat.

1. An-nas artinya adalah …..
    a. Manusia b.Hewan c.Tumbuhan d.Makhluk
2. Surah An-Nas diturunkan sesudah surah …
a.Al-Ikhlas b.Al-Falaq c.Al-Fil d.Al-Lahab
3. Surah An-Nas terdiri dari …
a.4 Ayat b.5 Ayat c.6 Ayat d.7 Ayat
4. ”Ilahinnas “Amin membaca ayat ini ,amin telah membaca suarah An-Nas ayat
ke…
a.1 b.2 c.3 d.4
5. Qul….birobbil falaq
a.Auzu b.min syarri c.huwallah d.khalaq
6. Min syarri ma ….
a.Falaq b.Hasidin c.Khalaqa d.Qasiqin
7. Wamin syarri Qasiqin iza ….
a.wakaba b.Khalaqa c.Hasada d.Falaqa
8. Aminah sedang shalat zuhur ia melakukan rukuk sebanyak ….
a.dua kali b. tiga kali c.empat kali d.lima kali
9. Shalat dapat mencega perbuatan keji dan…..
a.ceroboh b.munkar d.dusta d.kafir
10.Salat adalah tiang agama ,orang yang tidak salat akan …..
a.mendirikan agama
b.merobohkan agama
c.menegakkan agama
d.menyakiti agama
11. Gerakan sujud salat asar sebanyak ….
a.dua kali b. empat kali c.lima kali d.enam kali
12 .wamin syarrin………..fil Uqad .
a.gasiqin b.hasidin c.naffasati d.makhalaq
13.Al-Falaq terdiri dari ……ayat
a.3 Ayat b.4 Ayat c.5 Ayat d.6 Ayat
14.Al- Falaq termasuk surah ……
a.Madinah b.Makkah c.Makkiyah d.Warohmah
15.Al-Falaq diturunkan di kota ……
a.mesir b. India c.mekkah d. kairo
16.Al-Falaq artinya ……
a. waktu subuh b.malam c. siang d.petang
17.Malikinnas Artinya adalah ……
a.Sembahan manusia b.Anak Manusia c.Raja Manusia d.Golongan manusia
18.Surah An-Nas termasuk surah ….
a.Ijjriah b.Madaniyah c.Makkiyah d.Fafsyiriyah
19.Surah An-Nas yang ke enam adalah ……..
a.minanjinnat b.minal jinnati wannas c.jinnati wannas d.mial jinnati
20.Surah An-Nas diturunkan dikota …..
a.kairo b.Mesir c.mekah. d.baghdad

II.ISIAN
Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar dan tepat !
1. Isi surah An-Nas ayat ke 4(empat) adalah ….
2. Surah An-Nas ayat ke 2 (dua)adalah ……
3. Surah An-nas ayat ke 1 (satu)adalah…..
4. Tuliskan bacaan salam dengan lengkap….
5. Sebelum sholat kita melakukan ….

III.URAIAN
Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1.Jumlah rakaat sholat asar adalah …….
2.Surah Al-Alaq ayat pertama adalah …..
3.Surah Al-Alaq ayat ke lima adalah ….
4.Tuliskan waktu salat wajib yang dikerjakan dalam sehari semalam….
5. Jumlah rakaat sholat subuh adalah….