Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Marjinalisasi Sekolah Swasta dalam Pendidikan

Marjinalisasi berasal dari kata margin yang artinya garis tepi, pinggiran. "Marjinalisasi adalah suatu proses peminggiran atau menjauhkan sesuatu dari pusatnya". Marjinalisasi sekolah-sekolah swasta berarti proses peminggiran peran sekolah swasta, atau dijauhkannya sekolah-sekolah swasta dari segala macam bentuk bantuan dari pemerintah, seperti disulitkan dalam proses akreditasi sekolah, dikuranginya dana untuk pembangunan sekolah, penarikan guru-guru "PNS" oleh dinas pendidikan sehingga yayasan harus membayar gaji guru yang semuanya guru swasta, kebijakan sekolah gratis dari "SD" sampai "SMA" yang berimplikasi pada kurangnya jumlah siswa karena semua lari berbondong-bondong ke sekolah-sekolah negeri.

Jika kita berpikir sejenak, tentunya sekolah swasta mempunyai peranan yang cukup besar dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Karena secara tidak langsung sekolah swasta membantu tugas pemerintah untuk menuntaskan program wajib belajar 12 tahun dan turut serta mengurangi angka buta aksara di negeri ini. Tetapi fakta dilapangan, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Nasional (Depdiknas), terlalu bersikap otoriter dan meng’anaktiri’kan sekolah-sekolah swasta sehingga perkembangan mutu dan kualitas sekolah swasta menjadi lamban. Selain itu dari segi infrastruktur, kondisi bangunan pada sekolah swasta juga sudah tidak memadai dan sepertinya pemerintah tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu akan kondisi ini. Seluruh wakil rakyat di gedung senayan pun selalu berkoar-koar tentang peningkatan pendidikan dengan cara mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN, tetapi lagi-lagi dana sebesar itu hanya sebagian kecil yang bisa dirasakan dan dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah swasta, sehingga berimbas yayasan mau tidak mau harus menarik iuran yang lebih tinggi pada para siswa agar sekolah tersebut bisa terus bertahan.

Menurut "Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan" (Permendikbud) nomor 60 tahun 2011 tentang larangan pungutan biaya pada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (www.mediapendidikan.com). Permendikbud ini bertujuan untuk mengurangi beban orang tua/wali murid dalam menyekolahkan putra-putri mereka. Dalam pasal 3 juga disebutkan bahwa sekolah pelaksana program wajib belajar dilarang memungut biaya investasi dan biaya operasi dari peserta didik, orang tua atau walinya Tetapi peraturan-peraturan tersebut sayangnya hanya sebatas kamuflase pemerintah untuk mendapatkan penghargaan dari dinas pendidikan. Memang kalau sekolah negeri masih bisa memanfaatkan "Dana Bantuan Operasional Sekolah" (BOS) untuk membantu keuangan sekolah, tetapi kalau sekolah swasta darimana dananya??? Bagaimana pendidikan bisa maju kalau masih saja ada diskriminasi antara sekolah negeri dan sekolah swasta??? Masih pentingkah sekolah swasta bagi pemerintah???

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa jikalau tanpa adanya sekolah-sekolah swasta maka pemerintah tidak akan sanggup untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Dengan adanya sekolah swasta akan membantu pemerataan pendidikan di berbagai jenjang pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Maka dari itu, pemerintah mestinya sadar dan sudah seharusnya tidak ada diskriminasi lagi baik sekolah negeri maupun swasta.

Solusi yang saya tawarkan yaitu, meningkatkan kualitas guru-guru di sekolah swasta yang berijasah minimal sarjana dengan mengikutsertakan ke Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), peningkatan kualitas guru dengan menyekolahkan guru-guru sekolah swasta ke perguruan tinggi yang berbasis pendidikan dan diharapkan output dari lulusan-lulusan tersebut lebih berkompeten dalam mengajar murid-muridnya, dan juga penambahan guru berstatus PNS ke sekolah-sekolah swasta untuk mengurangi biaya operasional yang dikeluarkan pihak yayasan. Pemerintah juga harus lebih peka dalam kaitannya dengan kondisi infrastruktur sekolah dengan memberikan dana yang cukup guna meningkatkan sarana dan prasarana sekolah yang kondisinya juga sebagian besar sangat memprihatinkan.

Terakhir, pendidikan adalah hal yang sangat pokok untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama bekerja keras dalam hal peningkatan mutu dan kualitas pendidikan bangsa ini. Karena peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya tanggung jawab dinas pendidikan saja tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat di negeri ini. (Penulis:Andika Yuliananto)

Kurikulum Pendidikan Nasional Yang Bermoral dan Berkualitas

PENDIDIKAN NASIONAL BERMORAL DAN BERKUALITAS

Kita dan saya sebagai Generasi Muda sangat perihatin dengan keadaan generasi penerus atau calon generasi penerus Bangsa Indonesia saat ini, yang tinggal, hidup dan dibesarkan di dalam bumi republik ini. Untuk menyiapkan generasi penerus yang bermoral, beretika, sopan, santun, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa perlu dilakukan hal-hal yang memungkin hal itu terjadi walaupun memakan waktu lama.

I. Melalui Pendidikan Nasional Yang Bermoral (Saya tidak ingin mengatakan bahwa pendidikan kita saat ini tidak bermoral, namun kenyataanya demikian di masyarakat).

Lalu apa hubungannya Pendidikan Nasional dan Nasib Generasi Penerus? Hubungannya sangat erat. Pendidikan pada hakikatnya adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. Dan sumber daya manusia tersebut merupakan refleksi nyata dari apa yang telah pendidikan sumbangankan untuk kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Apa yang telah terjadi pada Bangsa Indonesia saat ini adalah sebagai sumbangan pendidikan nasional kita selama ini.

Pendidikan Nasional selama ini telah mengeyampingkan banyak hal. Seharusnya pendidikan nasional kita mampu menciptakan pribadi (generasi penerus) yang bermoral, mandiri, matang dan dewasa, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Tapi kenyataanya bisa kita lihat saat ini, Pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme baik di legislative, ekskutif dan yudikatif semuanya orang-orang yang berpendidikan bahkan tidak tanggung-tanggung, mereka bergelar dari S1 sampai Prof. Dr. Contoh lainnya, dalam bidang politik lebih parah lagi, ada partai kembar, anggota dewan terlibat narkoba, bertengkar ketika sidang, gontok-gontokan dalam tubuh partai karena memperebutkan posisi tertentu (Bagaimana mau memperjuangkan aspirasi rakyat kalau dalam diri partai saja belum kompak).

Dan masih ingatkah ketika terjadi jual beli kata-kata umpatan "Ba*gsat" dalam sidang kasus Bulog yang dilakukan oleh orang-orang yang mengerti hukum dan berpendidikan tinggi. Apakah orang-orang seperti ini yang kita andalkan untuk membawa bangsa ini kedepan? Apakah mereka tidak sadar tindak-tanduk mereka akan ditiru oleh generasi muda saat ini dimasa yang akan datang? Dalam dunia pendidikan sendiri terjadi penyimpangan-penyimpang yang sangat parah seperti penjualan gelar akademik dari S1 sampai S3 bahkan professor (dan anehnya pelakunya adalah orang yang mengerti tentang pendidikan), kelas jauh, guru/dosen yang curang dengan sering datang terlambat untuk mengajar, mengubah nilai supaya bisa masuk sekolah favorit, menjiplak skripsi atau tesis, nyuap untuk jadi pegawai negeri atau nyuap untuk naik pangkat sehingga ada kenaikan pangkat ala Naga Bonar.

Di pendidikan tingkat menengah sampai dasar, sama parahnya, setiap awal tahun ajaran baru. Para orang tua murid sibuk mengurusi NEM anaknya (untungsnya, NEM sudah tidak dipakai lagi, entah apalagi cara mereka), kalau perlu didongkrak supaya bisa masuk sekolah-sekolah favorit. Kalaupun NEM anaknya rendah, cara yang paling praktis adalah mencari lobby untuk memasukan anaknya ke sekolah yang diinginkan, kalau perlu nyuap. Perilaku para orang tua seperti ini (khususnya kalangan berduit) secara tidak langsung sudah mengajari anak-anak mereka bagaimana melakukan kecurangan dan penipuan. (makanya tidak aneh sekarang ini banyak oknum pejabat jadi penipu dan pembohong rakyat). Dan banyak lagi yang tidak perlu saya sebutkan satu per satu dalam tulisan ini.

Kembali ke Pendidikan Nasional yang Bermoral (yang saya maksud adalah pendidikan yang bisa mencetak generasi muda dari SD sampai PT yang bermoral. Dimana proses pendidikan harus bisa membawa peserta didik kearah kedewasaan, kemandirian dan bertanggung jawab, tahu malu, tidak plin-plan, jujur, santun, berahklak mulia, berbudi pekerti luhur sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada keluarga, masyarakat atau bangsa setelah menyelesaikan pendidikannya.Tetapi sebaliknya, mereka bisa membangun bangsa ini dengan kekayaan yang kita miliki dan dihargai didunia internasional. Kalau perlu bangsa ini tidak lagi mengandalkan utang untuk pembangunan. Sehingga negara lain tidak seenaknya mendikte Bangsa ini dalam berbagai bidang kehidupan.

Dengan kata lain, proses transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik harus dilakukan dengan gaya dan cara yang bermoral pula. Dimana ketika berlangsung proses tranformasi ilmu pengetahuan di SD sampai PT sang pendidik harus memiliki moralitas yang bisa dijadikan panutan oleh peserta didik. Seorang pendidik harus jujur, bertakwa, berahklak mulia, tidak curang, tidak memaksakan kehendak, berperilaku santun, displin, tidak arogan, ada rasa malu, tidak plin plan, berlaku adil dan ramah di dalam kelas, keluarga dan masyarakat. Kalau pendidik mulai dari guru SD sampai PT memiliki sifat-sifat seperti diatas. Negara kita belum tentu morat-marit seperti ini.

II. Perubahan Dalam Pendidikan Nasional Jangan Hanya Terpaku Pada Perubahan Kurikulum, Peningkatan Anggaran Pendidikan, Perbaikan Fasilitas.

Misalkan Kurikulum sudah dirubah, anggaran pendidikan sudah ditingkatkan dan fasilitas sudah dilengkapi dan gaji guru/dosen sudah dinaikkan, Namun kalau pendidik (guru atau dosen) dan birokrat pendidikan serta para pembuat kebijakan belum memiliki sifat-sifat seperti diatas, rasanya perubahan-perubahan tersebut akan sia-sia. Implementasi di lapangan akan jauh dari yang diharapkan Dan akibat yang ditimbulkan oleh proses pendidikan pada generasi muda akan sama seperti sekarang ini. Dalam hal ini saya tidak berpretensi menyudutkan guru atau dosen dan birokrat pendidikan serta pembuat kebijakan sebagai penyebab terpuruknya proses pendidikan di Indonesia saat ini. Tapi adanya oknum yang berperilaku menyimpang dan tidak bermoral harus segera mengubah diri sedini mungkin kalau menginginkan generasi seperti diatas.

Selain itu, anggaran pendidikan yang tinggi belum tentu akan mengubah dengan cepat kondisi pendidikan kita saat ini. Malah anggaran yang tinggi akan menimbulkan KKN yang lebih lagi jika tidak ada kontrol yang ketat dan moralitas yang tinggi dari penguna anggaran tersebut. Dengan anggaran sekitar 6% saja KKN sudah merajalela, apalagi 20-25%.

III. Berlaku Adil dan Hilangkan Perbedaan.

Ketika saya masih di SD dulu, ada beberapa guru saya sangat sering memanggil teman saya maju kedepan untuk mencatat dipapan tulis atau menjawab pertanyaan karena dia pintar dan anak orang kaya. Hal ini juga berlanjut sampai saya kuliah di perguruan tinggi. Yang saya rasakan adalah sedih, rendah diri, iri dan putus asa sehingga timbul pertanyaan mengapa sang guru tidak memangil saya atau yang lain. Apakah hanya yang pintar atau anak orang kaya saja yang pantas mendapat perlakuan seperti itu.? Apakah pendidikan hanya untuk orang yang pintar dan kaya? Dan mengapa saya tidak jadi orang pintar dan kaya seperti teman saya? Bisakah saya jadi orang pintar dengan cara yang demikian?

Dengan contoh yang saya rasakan ini (dan banyak contoh lain yang sebenarnya ingin saya ungkapkan), saya ingin memberikan gambaran bahwa pendidikan nasional kita telah berlaku tidak adil dan membuat perbedaan diantara peserta didik. Sehingga generasi muda kita secara tidak langsung sudah diajari bagaimana berlaku tidak adil dan membuat perbedaan. Jadi, pembukaan kelas unggulan atau kelas akselerasi hanya akan membuat kesenjangan sosial diantara peserta didik, orang tua dan masyarakat. Yang masuk di kelas unggulan belum tentu memang unggul, tetapi ada juga yang diunggul-unggulkan karena KKN. Yang tidak masuk kelas unggulan belum tentu karena tidak unggul otaknya tapi karena dananya tidak unggul. Begitu juga kelas akselerasi, yang sibuk bukan peserta didik, tapi para orang tua mereka mencari jalan bagaimana supaya anaknya bisa masuk kelas tersebut.

Kalau mau membuat perbedaan, buatlah perbedaan yang bisa menumbuhkan peserta didik yang mandiri, bermoral. dewasa dan bertanggungjawab. Jangan hanya mengadopsi sistem bangsa lain yang belum tentu cocok dengan karakter bangsa kita. Karena itu, pembukaan kelas unggulan dan akselerasi perlu ditinjau kembali kalau perlu hilangkan saja.

Contoh Lain:
Seorang dosen marah-marah karena beberapa mahasiswa tidak membawa kamus. Padahal Dia sendiri tidak pernah membawa kamus ke kelas. Dan seorang siswa yang pernah belajar dengan saya datang dengan menangis memberitahu bahwa nilai Bahasa Inggrisnya 6 yang seharusnya 9. Karena dia sering protes pada guru ketika belajar dan tidak ikut les dirumah guru tersebut. Inikan! contoh paling sederhana bahwa pendidikan nasional kita belum mengajarkan bagaimana berlaku adil dan menghilangkan Perbedaan.

PEJABAT HARUS SEGERA BERBENAH DIRI DAN MENGUBAH PERILAKU

Kalau kita menginginkan generasi penerus yang bermoral, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Maka semua pejabat yang memegang jabatan baik legislative, ekskutif maupun yudikatif harus berbenah diri dan memberi contoh dulu bagaimana jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok kepada generasi muda mulai saat ini.

Karena mereka semua adalah orang-orang yang berpendidikan dan tidak sedikit pejabat yang bergelar Prof. Dr. (bukan gelar yang dibeli obral). Mereka harus membuktikan bahwa mereka adalah hasil dari sistim pendidikan nasional selama ini. Jadi kalau mereka terbukti salah melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme, jangan cari alasan untuk menghindar. Tunjukan bahwa mereka orang yang berpendidikan , bermoral dan taat hukum. Jangan bohong dan curang. Apabila tetap mereka lakukan, sama saja secara tidak langsung mereka (pejabat) sudah memberikan contoh kepada generasi penerus bahwa pendidikan tinggi bukan jaminan orang untuk jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Jadi jangan salahkan jika generasi mudah saat ini meniru apa yang mereka (pejabat) telah lakukan . Karena mereka telah merasakan, melihat dan mengalami yang telah pejabat lakukan terhadap bangsa ini.

Selanjutnya, semua pejabat di negara ini mulai saat ini harus bertanggungjawab dan konsisten dengan ucapannya kepada rakyat. Karena rakyat menaruh kepercayaan terhadap mereka mau dibawah kemana negara ini kedepan. Namun perilaku pejabat kita, lain dulu lain sekarang. Sebelum diangkat jadi pejabat mereka umbar janji kepada rakyat, nanti begini, nanti begitu. Pokoknya semuanya mendukung kepentingan rakyat. Dan setelah diangkat, lain lagi perbuatannya.

Contoh Sederhana :
Kita sering melihat di TV ruangan rapat anggota DPR (DPRD) banyak yang kosong atau ada yang tidur-tiduran. Sedih juga melihatnya. Padahal mereka sudah digaji, bagaimana mau memperjuangkan kepentingan rakyat. Kalau ke kantor hanya untuk tidur atau tidak datang sama sekali. Atau ada pengumuman di Koran, radio atau TV tidak ada kenaikan BBM, TDL atau tariff air minum. Tapi beberapa minggu atau bulan berikutnya, tiba-tiba naik dengan alasan tertentu. Jadi jangan salahkan mahasiswa atau rakyat demonstrasi dengan mengeluarkan kata-kata atau perilaku yang kurang etis terhadap pejabat. Karena pejabat itu sendiri tidak konsisten. Padahal pejabat tersebut seorang yang bergelar S2 atau bahkan Prof. Dr. Inikah orang-orang yang dihasilkan oleh pendidikan nasional kita selama ini?

Harapan : 
Dengan demikian, apabila kita ingin mencetak generasi penerus yang mandiri, bermoral, dewasa dan bertanggung jawab. Konsekwensinya, Semua yang terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia harus mampu memberikan suri tauladan yang bisa jadi panutan generasi muda. jangan hanya menuntut generasi muda untuk berperilaku jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berprilaku santun, bermoral, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok.

Tapi para pemimpin bangsa ini tidak melakukannya. Maka harapan tinggal harapan saja. Karena itu, mulai sekarang, semua pejabat mulai dari level tertinggi hingga terendah di legislative, eksekutif dan yudikatif harus segera menghentikan segala bentuk petualangan mereka yang hanya ingin mengejar kepentingan pribadi atau kelompok sesaat dengan mengorbankan kepentingan negara. Sehingga generasi muda Indonesia memiliki panutan-panutan yang bisa diandalkan untuk membangun bangsa ini kedepan.

Artikel Kutipan dari :
Amirul Mukminin
Staf Pengajar UPT - Kebahasaan UNJA /ASM Jambi,
Manejer LPK Bahasa Inggris - MEC di Jambi.
Source : http://re-searchengines.com/amukminin.html
Note :
Kutipan ini Sangat Bermanfaat Untuk Kita Baca Bersama dan Saya Harap Sdr.Amirul Mukminin tidak Keberatan Jika Tulisan ini dapat dibaca oleh banyak orang. Mungkin setelah membaca tulisan ini, kita selaku generasi penerus putra putri bangsa Republik Inonesia bisa menyadari bahwa Pentingnya Membenahi Sistem Pendidikan di Negeri ini.

Beberapa Istilah Pada Saat Ospek atau MOS untuk Pelajar Baru

Gambar. Kegiatan Ospek
Pada Masih Ingat Masa-Masa saat hendak memasuki Tahun Pelajaran baru ? dimana Tahun Pelajaran baru yang berarti akan ada penerimaan pelajar atau siswa baru.

Pada saat Penerimaan Siswa baru biasanya selalu ada program OSPEK atau MOS. adapun maksud dan tujuan dari OSPEK atau MOS ini adalah sebagai wacana bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan kampus dan mengenal Senior serta teman-teman sesama siswa baru di sekolah yang akan menjadi tempat menuntut ilmu serta dididik menjadi manusia yang berpotensi dan menjadi lebih dewasa.

Disini saya ingin mengingat kembali masa-masa OSPEK atau MOS yang pernah dilewati oleh mereka yang sudah pernah menjalani nya dan sekaligus memberitahu atau menceritakan kembali masa-masa OSPEK kepada adik-adik yang belum pernah menjalaninya.
Dalam Acara OSPEK atau MOS biasanya selalu Memiliki keunikan dan keanehan-keanehan yang sengaja dilakukan oleh para senior kepada calon-calon siswa.

Beberapa istilah yang sering dilakukan atau disebut dalam acara OSPEK atau MOS.
  • Biskuit Argentina Artinya Wafer Tango
  • Nasi Kerucut Artinya Nasi Kuning/Tumpeng
  • Buah Pisang 1 Sisir Artinya 1 Buah Pisang dan 1 Buah Sisir
  • Kerupuk T*i Kucing Artinya Kerupuk yang bentuknya panjang-panjang
  • Cokelat Tabung Artinya Makanan Astor dan Sejenisnya
  • Chiki Life is Never Flat Artinya Chitato
  • Sayur Basi Artinya Sayur Asam
  • Telur Segitiga Artinya Telur Dimasak dan dibentuk menjadi Segitiga
  • Kursi Goyang Artinya Karton yang ditulisin "Kursi Goyang"
  • Buah Malam Minggu Artinya Buah Apel
  • Bantal Artinya Tahu Putih
  • Nasi Uduk Peta Artinya Nasi Uduk TempeTahu
  • Si Manis Cap Ehem Artinya Susu Kental Manis Cap enak
  • Kapur Cap Kota Amerika Artinya Rokok LA Lights
  • Bantal Manis Artinya Roti isi Selai
  • Serbuk Cap Tinju Artinya Extra Jos
  • Air Minum Cap Putri Justitia Artinya Air Mineral Diganti Label Bikinan Sendiri Gambar Putri Justitia
  • Nasi Penyakitan Artinya Nasi Kuning
  • Jus Pancasila Artinya Jus Belimbing
  • Snack Obat Artinya Pilus Kapsul
  • Air Emas dari Hutan Tropis Artinya Minyak Goreng Tropical
  • Snack Tornado Artinya Twister
  • Roti Sundel Bolong Artinya Donat
  • Minuman Bulir Artinya Pulpy Orange
  • Minuman 6T Artinya VIT
  • Minuman Montir Artinya 2Tang
  • Biskuit Jerawat Artinya Biskuit Chocochip
Dan Masih Banyak Lagi Istilah-Istilah Lain Yang Bisa saja di Cari atau dibuat-buat oleh senior Panitia Ospek.

Memahami Pengertian Prestasi Belajar

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang masalah
Dalam Upaya "Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)" yang berkualitas, bidang "Pendidikan" memegang peranan yang penting. Dengan Pendidikan diharapkan kemampuan, Mutu Pendidikan dan martabat manusia Indonesia dapat ditingkatkan. Upaya meningkatkan SDM dilakukan melalui upaya sadar lewat jalur Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi menuntut Peningkatan Mutu Pendidikan.

  Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan,perubahan dan pembaharuan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan adalah Prestasi belajar siswa. Namun terkadang ada beberapa siswa dapat mengalami hal-hal yang menyebabkan ia tidak dapat belajar atau melakukan kegiatan selama proses pembelajaran sedang berlangsung. Mungkin juga, si siswa dapat belajar atau melakukan kegiatan selama proses pembelajaran sedang berlangsung, namun tidak maksimal. Faktor penyebabnya dapat berasal dari dalam diri si anak sendiri dan dapatjuga dari luar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya, 
yaitu: "Faktor- faktor apa sajakah yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak?".
C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca tentang faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi prestasi belajar anak.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Prestasi Belajar
  • Prestasi Belajar adalah hasil suatu penilaian dibidang pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai hasil balajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai (Winkel, 1989: 102)
  • Prestasi Belajar merupakan hasil dari adanya rencana dan pelaksanaan Proses belajar, sehingga diperlukan informasi-informasi yang mendukung disertai dengan data yang objektif dan memadai (Rusyan 1994:21).
  • Prestasi Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka Yang diberikan oleh guru (Purwodarminto 1976:70).
Dari ketiga pendapat ahli di atas mengenai prestasi belajar dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah kemampuan seseorang pada bidang tertentu dalam mencapai tingkat kedewasaan secara langsung dapat diukur dengan tes yang penilaiannya berupa angka atau huruf.
Prestasi dalam belajar merupakan dambaan bagi setiap orangtua terhadap anaknya. Prestasi yang baik tentu akan didapat dengan proses belajar yang baik juga.Belajar merupakan proses dari sesuatu yang belum bisa menjadi bisa, dari perilaku lamake perilaku yang baru, dari pemahaman lama ke pemahaman baru. Dalam proses belajar, hal yang harus diutamakan adalah bagaimana anak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan rangsangan yang ada, sehingga terdapat reaksi yang muncul dari anak.

Reaksi yang dilakukan merupakan usaha untuk menciptakan kegiatan belajar sekaligus menyelesaikannya. Sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang mengakibatkan perubahan pada anak sebagai hal baru serta menambah pengetahuan. Perlunya perhatian Faktor Lingkungan dapat mempengaruhi proses belajar. Suasana yang nyaman dan kondusif mengakibatkan proses belajar akan menjadi lebih baik. Termasuk juga keaktifan proses mental untuk sering dilatih, sehingga nantinya menjadi suatu kegiatan yang terbiasa.

Banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar atau prestasi belajar. Orangtua pun perlu untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar pada anak mereka, sehingga orangtua dapat mengenali penyebab dan pendukung anak dalam berprestasi.

B. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak
Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah :

FAKTOR DARI DALAM DIRI
1. Kesehatan
A. Secara Fisiologis 
Kondisi fisiologis manusia terdapat dua macam, yaitu :
  • Kondisi fisiologis yang bersifat umum
Kondisi fisiologis umum berpengaruh dalam menunjang proses belajar.Anak yang segar jasmaninya serta kondisi kesehatan terawat dengan baik,akan meningkatkan kemampuan belajarnya. Apabila kesehatan terganggudengan sering sakit kepala, pilek, deman dan lain-lain, maka hal ini dapatmembuat anak tidak bergairah untuk mau belajar.
  • Kondisi fisiologis yang bersifat khusus
Kondisi fisiologis khusus melibatkan cara memfungsikan panca inderasaat proses belajar berlangsung,prestasinya juga akan kurang dibandingkandengan anak yang normal. Maka perlulah diperhatikan kondisi fisik anak yangbelajar terutama penglihatan dan pendengaran. Anak yang kondisi fisiknya lemah, sering sakit-sakitan, cacat salah satu ataubeberapa dari panca indera.

B. Secara Psikologis
Dalam proses belajar merupakan suatu keharusan bahwa kondisipsikologis harus benar-benar dipersiapkan. Secara psikologi, gangguan pikirandan perasaan kecewa karena konflik juga dapat mempengaruhi proses belajar. Halini perlu disadari, oleh karena tanpa suatu kesadaran yang mantap akan berakibat tersendat-sendatnya proses dan keberhasilan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya.
Saifuddin Azwar (2002) membedakan kondisi psikologis ini dalam 2kategori, yaitu : 
  • Variabel Non Kognitif = Variabel non kognitif terdiri dari minat, motivasi, dan variabel-variabelkepribadian lainnya.
  • Kemampuan Kognitif Variabel = kognitif terdiri atas kemampuan khusus (bakat) dan kemampuanumum(intelegensia).
2. Intelegensi
Faktor Intelegensi besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar anak. Intelegensi sangat menentukan kecepatan atau penerimaan pelajaran. Kita ketahui bahwa tidak ada dua orang yang tingkat intelegensinya sama. Juga di dalam kemampuan belajar, setiap orang mempunyai tingkat kemampuannya masing-masing. Tetapi jelas jika ada anak yang memiliki tingkat intelegensi tinggi tanpamemeliharanya yakni tanpa belajar dengan teratur, akan berakibat tersendat-sendat perjalanan studinya.

Sebaliknya, yang kurang, tapi belajar rajin, teratur, terjadwal dan terprogram, meskipun tidak secepat kemampuan anak yang tingkat intelegensinya tinggi, akan tetap lancar studinya.
Menurut Gardner dalam "Teori Multiple Intelligence", intelegensi memiliki tujuh dimensi yang semiotonom,
yaitu :
  • Linguistic merupakan kecerdasan individu dengan dasar penggunaan kata-kata danatau bahasa.
  • Music memungkinkan individu menciptakan, mengkomunikasikan dan memahami makna yang dihasilkan oleh suara.
  • Matematik logis Kecerdasan tersebut mendasarkan diri pada kemampuan penggunaan penalaran, logika dan angka-angka matematis.
  • Visual special merupakan kecerdasan seseorang yang berdasar pada kemampuan menangkap informasi visual atau spasial, mentransformasi dan meodifikasinya, dan membentuk kembali gambaran visual tanpa stimulus fisik yang asli.
  • Kinestetik fisik Kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh dan memainkan benda-benda secara canggih, merupakan bentuk nyata dari kecerdasan tersebut.
  • Sosial interpersonal merupakan kecerdasan dalam berhubungan dan memahami orang lain diluar dirinya.
  • Intrapersonal
Tergantung pada proses dasar yang memungkinkan individu untuk mengklasifikasikan dengan tepat     perasaan-perasaan mereka, misalnya membedakan sakit dan senang dan bertingkah laku tepat sesuai     pembedaantersebut.
3. Kemauan Belajar (Minat dan Motivasi)
Tak ada seorangpun yang memungkiri, bahwa tanpa minat dan motivasi tidak akan tercapai hal yang diharapkan. Motivasi adalah penting sekali bagi belajar.Sedangkan minat yang besar terhadap sesuatu terutama dalam belajar akan mengakibatkan proses belajar lebih mudah dilakukan.

Motivasi merupakan dorongan agar anak mau melakukan sesuatu. Motivasibisa berasal dari dalam diri anak ataupun dari luar lingkungan. Untuk dapat memberimotivasi pada orang yang belajar, kita harus mengetahui dasar psikis dari orang yangbelajar. Orang yang belajar adalah orang yang hidup yang telah mempunyai kebiasaan-kebiasaan, kesenangan dan ketidak senangan, emosi, sikap kecemasan serta ketakutan. Selain itu, manusia datang ke dunia telah mempunyai keinginan-keinginandan kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan ini makin lama makin meningkat dan makinkompleks.
4. Cara belajar
Di dalam cara belajar anak yang perlu untuk diperhatikan yaitu :
a. bagaimana teknik belajar
b. bagaimana bentuk catatan buku
c. pengaturan waktu belajar
d. tempat serta fasilitas belajar
FAKTOR DARI LINGKUNGAN
1. Keluarga Situasi keluarga yang sangat mempengaruhi prestasi belajar pada
anak, yaitu :
  • Pendidikan orangtua
  • Status ekonomi
  • Kondisi rumah
  • Hubungan dengan orangtua dan saudara
  • Bimbingan orangtua
  • Dukungan orangtua
2. Sekolah Yang dapat mempengaruhi anak dalam proses belajar di sekolah
    adalah :
  • Tempat
  • Gedung sekolah
  • Kualitas guru
  • Perangkat kelas
  • Relasi teman sekolah
  • Rasio jumlah murid per kelas
3. Masyarakat
Hal yang dapat menjadi sebagai pemicu anak untuk lebih giat belajar dimasyarakat yakni apabila masyarakat sekitar adalah masyarakat yang berpendidikan dan moral yang baik, terutama anak-anak mereka.

4. Lingkungan sekitar
Lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan belajar ialah :
  • Bangunan rumah
  • Suasana sekitar
  • Keadaan lalu lintas
5. Iklim
Dari sekian banyak faktor yang harus diperhatikan, tentu tidak ada situasi100% yang dapat dilakukan secara keseluruhan dan sempurna. Tetapi berusaha untuk memenuhinya sesempurna mungkin bukanlah faktor yang mustahil untuk dilakukan

PENUTUP

Kesimpulan
- Belajar merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
- Prestasi belajar adalah kemampuan seseorang pada bidang tertentu dalam mencapai tingkat kedewasaan secara langsung dapat diukur dengan tes yang penilaiannya berupa angka atau huruf.
- Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah :
    a. Faktor dari dalam diri
  • Kesehatan
  • Intelegensi
  • Kemauan Belajar (Minat dan Motivasi)
  • Cara belajar
b. Faktor dari lingkungan
  • Keluarga
  • Sekolah
  • Masyarakat
  • Lingkungan sekitar
  • Iklim
Saran
  • Hendaknya siswa untuk selalu menjaga kesehatan fisik dengan berolah ragadan mengkonsumsi makanan sehat untuk mendukung kegiatan belajar disekolah maupun di rumah. Di samping itu siswa perlu mempertahankan minatdan motivasi belajarnya untuk mendukung pencapaian prestasi belajar
  • Di harapkan untuk para orangtua agar senantiasa mengawasi dan membimbing anak-anaknya dalam belajar maupun bergaul.

DAFTAR PUSTAKA

Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak
Teori Multiple Intelligence Howard Gardner
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mahasiswa
Intelegensi vs Prestasi Belajar

Cara Memilih Sekolah Yang Paling Tepat

Terkadang Kita Bingung Untuk Memilih Sekolah, kita butuh sekolah yang memang benar-benar mendukung bukan hanya sekedar tempat bersekolah atau menuntut ilmu.
Banyak sekolah-sekolah yang tersebar di kota mana kita tinggal. Untuk itu kita harus benar-benar memilih kesekolah mana kita harus meneruskan Pencarian ilmu atau bersekolah. terkadang sebagai orang tua juga harus lebih tepat memberi saran kepada anak agar tidak salah memilih sekolah tempat dia untuk menuntut ilmu..

Untuk itu, disini saya ingin berbagi "Tips cara memilih Sekolah yang tepat",
Lokasi sekolah yang terlalu jauh dari rumah/tempat tinggal kita, membuat kita terlalu banyak mengeluarkan energi untuk menempuh perjalanan ke sekolah, ini salah satu yang akan mengurangi niat belajar kita karena cukup lelah untuk menempuh jarak ke sekolah. Selain niat belajar, jarak tempuh dari tempat tinggal kita juga akan memperngaruhi konsentrasi terhadap materi-materi pelajaran yang diberikan guru.

Selain itu, kita juga akan selalu dibebani oleh biaya untuk menempuh ke sekolah, seperti contoh, Biaya transportasi, semakin jauh jarak yang kita tempuh untuk menuntut ilmu.. maka semakin besar pula biaya transportasi yang harus kita keluarkan. Untuk itu. Dalam memilih sekolah pertimbangan pada lokasi sekolah itu sangat penting. Selain itu juga akan lebih terkontrol oleh perhatian orang tua.
Dari beberapa sekolah yang ada di kota anda atau daerah anda, anda harus lebih jeli untuk mengetahui biaya dan fasilitas yang ada disekolah tersebut.
Karena mungkin anda tidak akan mau menyianyiakan biaya sekolah anda hanya untuk sekedar belajar di dalam kelas saja atau hanya materi dari Guru-guru pengajar. Sebaiknya sebelum menentukan sekolah, anda harus lebih mengetahui biaya dan fasilitas apa saya yang ada disekolah tersebut
Masing-masing sekolah memiliki kurikulum dan metode pangajaran yang berbeda. Ada sekolah yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar, ada yang sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris, ada pula yang bilingual.
Ada yang menggunakan kurikulum nasional dari DIKNAS, ada pula yang menggabungkannya dengan keagamaan. Ada sekolah yang menuntut para siswa untuk duduk di dalam kelas, ada pula yang sebagian besar porsi kegiatannya dilakukan di Alam Bebas. Misi dan visi tiap sekolah juga berbeda-beda.
Pilihlah sekolah yang menurut Anda cocok dengan kepribadian Anda, jika Anda merasa diri anda aktif dan tidak betah duduk diam di dalam kelas, mungkin akan lebih tepat jika anda bersekolah di sekolah alam.
Pemilihan sekolah ini juga dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya Anda ingin lebih berani mengungkapkan pendapat, maka Anda dapat memilih sekolah yang lebih banyak menekankan kegiatan diskusinya antara guru dan siswa.
Tips memilh sekolah yang terakhir namun juga penting adalah memilih sekolah yang aman dan nyaman bagi Anda. Perhatikan terlebih dahulu beberapa sekolah yang menjadi pilihan Anda beserta keunggulannya. Rasakan bagaimana perasaannya saat berada dilingkungan sekolah tersebut. Perhatilkan pula bagaimana keamanan di sekolah tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bagi Anda, tidak ada salahnya Ikut ke acara Open House dan Trial Class yang biasanya diadakan beberapa sekolah menjelang penerimaan siswa baru. Perhatikan bagaimana para guru bersikap pada Siswa-siswinya dan sebaliknya, bagaimana Anda bersikap pada mereka.
Keamanan dan kenyamanan adalah hal penting karena andalah yang nantinya menghabiskan sebagian waktunya di sekolah. Anda sebaiknya belajar di sekolah yang terasa seperti Rumah kedua bagi Anda, agar tidak merasa tertekan dan belajar dengan terpaksa.

Mudah-mudahan dengan anda memperhatikan Cara memilih Sekolah diatas..
Anda tidak akan salah pilih dalam memilih tempat atau sekolah untuk menimba ilmu.

Free Download Silabus Berkarakter Kelas 5 SD

Sebagai Bentuk Pengajaran Murid di Sekolah Para guru Membutuhkan beberapa bahan Pengajaran.. Sebagai Contoh Bentuk bahan Yang Harus Di Perlukan Para Guru Pengajar adalah RPP dan Silabus. Untuk itu Kami disini Menyediakan Beberapa Silabus mata pelajaran yang Diperlukan Para Guru pengajar SD.

Nah,.. Silahkan Bapak dan ibu Guru Download Secara gratis Silabus-silabusberikut
dibawah ini :
  • Silabus Matematika Kelas 5
Untuk Semester 1.Doc
Untuk Semester 2.Doc

  • Silabus Bahasa Indonesia Kelas 5
Untuk Semester 1.Doc
Untuk Semester 2.Doc

  • Silabus Ipa Kelas 5
Untuk Semester 1.Doc
Untuk Semester 2.Doc

  • Silabus Ips Kelas 5
Untuk Semester 1.Doc
Untuk Semester 2.Doc

  • Silabus Pkn Kelas 5
Untuk Semester 1.Doc
Untuk Semester 2.Doc

  • Silabus Tik Kelas 5
Untuk Semester 2.Doc

Note :
Hopefully Helpful for teachers teaching in schools and science can provide a very meaningful for the students of the successor generation of the nation.