ADAKAH AYAT YESUS BERKATA “... AKULAH TUHAN”?
Pertanyaan ini sering muncul dalam dialog: “Tunjukkan satu ayat di mana Yesus berkata secara literal: Akulah Tuhan, sembahlah Aku.”
Jawabannya perlu dibedakan antara harfiah (tekstual) dan teologis (makna dalam konteks bahasa asli dan budaya Yahudi abad pertama).
1️⃣ Secara Harfiah (Teks Literal)
Dalam naskah Yunani Perjanjian Baru, tidak ditemukan kalimat identik berbunyi: “Ἐγώ εἰμι ὁ Θεός, προσκυνήσατέ μοι” (“Akulah Tuhan, sembahlah Aku”) dalam satu kalimat eksplisit seperti yang diminta.
Namun, Alkitab tidak selalu menyatakan kebenaran dalam formula satu kalimat langsung. Banyak doktrin dibangun dari keseluruhan kesaksian teks.
2️⃣ Kajian Bahasa Asli: Yohanes 8:58
Yesus Kristus berkata:
Sebelum Abraham jadi, Aku adalah.
Bahasa Yunani: πρὶν Ἀβραὰμ γενέσθαι ἐγώ εἰμι (prin Abraam genesthai ego eimi)
Frasa ἐγώ εἰμι (ego eimi) berarti “Aku adalah.”
Ini paralel dengan Keluaran 3:14 dalam bahasa Ibrani ketika Allah menyatakan nama-Nya kepada Musa:
אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה (Ehyeh Asher Ehyeh)
Artinya: “AKU ADALAH AKU.”
Dalam Septuaginta (terjemahan Yunani Perjanjian Lama), frasa ini diterjemahkan: ἐγώ εἰμι ὁ ὤν (ego eimi ho ōn) – “Aku adalah Yang Ada.”
Reaksi orang Yahudi saat itu adalah mengambil batu untuk melempari-Nya (Yoh 8:59). Dalam hukum Yahudi, penghujatan terhadap nama Allah dihukum mati. Jadi secara konteks historis, mereka memahami pernyataan itu sebagai klaim keilahian.
3️⃣ Yohanes 10:30
Aku dan Bapa adalah satu.
Yunani: ἐγὼ καὶ ὁ πατὴρ ἕν ἐσμεν (hen esmen)
Kata ἕν (hen) berbentuk netral, menunjuk pada kesatuan esensi atau hakikat, bukan sekadar kesatuan tujuan.
Sekali lagi, orang Yahudi hendak merajam-Nya karena dianggap menyamakan diri dengan Allah.
4️⃣ Yohanes 1:1 dan 1:14
"... Firman itu adalah Allah.”
Yunani: καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος (kai theos ēn ho logos)
Struktur gramatikalnya menunjukkan bahwa Logos (Firman) memiliki sifat ilahi.
Lalu ayat 14 berkata:
Firman itu menjadi manusia.
Yunani: ὁ λόγος σὰρξ ἐγένετο (ho logos sarx egeneto)
Artinya: Firman Allah menjadi manusia.
Secara teologis, inilah dasar pengakuan bahwa Yesus bukan sekadar nabi, tetapi pernyataan Allah sendiri dalam wujud manusia.
5️⃣ Markus 14:62
Saat diadili, Yesus berkata: ἐγώ εἰμι (ego eimi) dan mengutip Daniel 7:13 tentang “Anak Manusia” yang duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa.
Imam Besar menyebutnya penghujatan. Artinya, dalam konteks budaya Yahudi, pernyataan itu dipahami sebagai klaim ilahi.
Kesimpulan
Tidak ada satu kalimat persis berbunyi “Akulah Tuhan, sembahlah Aku.”
Secara teologis dan linguistik:
Yesus menggunakan istilah, gelar, dan ekspresi yang dalam konteks Yahudi abad pertama dipahami sebagai klaim keilahian. Reaksi pendengar menjadi bukti historis bahwa mereka mengerti implikasinya.
Jadi pertanyaannya bukan sekadar “ada atau tidak ada kalimat itu,”
melainkan: Apakah klaim ilahi harus selalu dinyatakan dalam satu formula eksplisit, atau dapat dinyatakan melalui bahasa simbolik, gelar mesianik, dan konteks teologis?
#YesusAdalahTuhan
#FirmanMenjadiManusia
#KajianBahasaYunani
#TeologiAlkitab
#Kristologi
#DebatTeologi
#ApologetikaKristen
#EgoEimi
#ImanKristen
#YunusMone






